Tampilkan postingan dengan label peninggalan zaman. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label peninggalan zaman. Tampilkan semua postingan

27 November 2018

7 Peninggalan Belanda yang Masih Dimanfaatkan Bangsa Indonesia

7 Peninggalan Belanda yang Masih Dimanfaatkan Bangsa Indonesia

Bangsa Indonesia pastinya tak akan mudah melupakan pegalaman pahit penjajahan yang dilakukan kolonial Belanda. Selain menjajah fisik selama 350 tahun, Belanda juga telah banyak mencuri kekayaan tanah Indonesia. Lebih dari itu, mereka juga telah membodohi Bangsa Indonesia dengan segala tipu daya dan iming-iming manis sehingga Bangsa Indonesia mudah untuk diperdaya.
Ironisnya, setelah Belanda angkat kaki dari Indonesia, nyatanya mereka telah mewariskan banyak peninggalan yang masih bisa dimanfaatkan Bangsa Indonesia. Ada yang berupa musium Belanda, bendungan, waduk, pabrik, perkebunan, sampai ke lembaga pendidikan. Nah, berikut kami sajikan ulasan 7 peninggalan Belanda yang masih bermanfaat untuk Bangsa Indonesia. Apa saja itu? Simak ualasannya hanya di sini.

1.Bendungan Katulampa, Bogor

Bendungan Katulampa adalah bangunan tua peninggalan Belanda yang terletak di Kelurahan Katulampa, Kota Bogor, Jawa Barat. Bangunan ini mulai dioperasikan sejak tahun 1911, tetapi untuk pembangunannya dimulai sejak tahun 1889 akibat banjir besar yang melanda Jakarta pada tahun 1872. Banjir saat itu dikabarkan membuat daerah elit Harmoni ikut terendam air luapan Kali Ciliwung.
Bendungan Katulampa
Sampai saat ini, Bendungan Katulampa masih kokoh berdiri untuk memberikan peringatan dini dari air yang mengalir ke Jakarta. Selain itu, bendungan ini juga dijadikan sebagai sarana irigasi terhadap lahan seluas 5.000 hektar yang terdapat di sisi kanan dan kiri bendungan. Pada musim penghujan, Bendungan Katulampa mampu menampung air dengan debit 630 ribu liter per detik.

2.Waduk Pacal, Bojonegoro

Waduk Pacal yang berlokasi di Desa Kedungsumber, Bojonegoro merupakan bangunan tua yang mulai beroperasi sejak tahun 1933. Pembangunannya sendiri dilakukan oleh kolonial Belanda mulai tahun 1924. Bendungan Pacal terletak 35 km dari arah selatan Kota Bojonegoro dan memiliki luas sekitar 3,878 km2 dengan kedalaman 25 meter.
Waduk ini dibangun Belanda sebagai sarana pengairan terhadap sawah-sawah y
Waduk Paca
ang berada di sekitarnya. Awalnya Waduk Pacal mampu menampung 41 juta meter kubik air untuk mengairi 16.600 hektar lahan. Karena pendangkalan, saat ini Waduk Pacal hanya mampu menampung air sebanyak 21 juta meter kubik dan mengairi 13 ribu hektar areal sawah di sekitarnya.

3.Jalan raya Pos Anyer-Panarukan

Jalan Raya Pos merupakan jalan yang panjangnya kurang lebih 1000 km, dari Anyer sampai Panarukan. Jalan raya ini dibangun pada masa penjajahan Belanda dibawah pimpinan Gubernur Jendral Herman Willem Daendels. Hebatnya, jalan yang terbentang sepanjang utara Pulau Jawa ini dibangun hanya dengan dalam rentang waktu 1 tahun saja pada 1808.
Peta Jalan raya Pos
Saat ini, Jalan Raya Pos lebih dikenal dengaan sebutan Jalan Pantai Utara (Pantura). Jalan ini merupakan jalan karya monumental Daendels karena mampu memperpendek waktu tempuh dari Surabaya ke Batavia yang awalnya ditempuh selama 40 hari, kemudian bisa dipersingkat menjadi 7 hari. Meski sudah berusia 200 tahun, jalan raya ini masih digunakan sampai sekarang. Bahkan jalan ini menjadi satu-satunya akses darat untuk menuju Anyer.

4.Pabrik Gula Gondang Baru, Semarang

Pabrik Gula Gondang Baru, yang semula bernama Pabrik Gula Gondang Winangun, didirikan pada tahun 1860 oleh NV Klatensche Cultuur Maatscahapij yang berkedudukan di Amsterdam, Belanda. Awalnya, Pabrik Gula Gondang Baru menggerakkan mesin produksi dengan turbin air. Setelah James Watt menemukan teknologi mesin uap, Pabrik Gula Gondang Baru mengganti turbin airnya dengan turbin uap sebagai penggerak utama mesin. Hasilnya kapasitas penggilingan menjadi lebih besar.
Pabrik Gula Gondang Baru
Pada tahun 1930-1935, Pabrik Gula Gondang Baru sempat berhenti beroperasi karena terjadi krisis ekonomi. Di tahun 1935-1940 pabrik ini mulai beroperasi kembali namun dibawah kendali orang yang berbeda, yakni Beeemers, yang juga warga negara Belanda. Ketika Indonesia jatuh ke tangan penjajah Jepang, pabrik ini juga ikut dikuasai Jepang dalam rentang waktu 1942-1945. Setelah merdeka, baru pabrik ini dijadikan aset negara dibawah naungan PPN Jateng V di Solo.

5.Perkebunan Teh Gunung Gambir, Jember

Perkebunan Teh Gunung Gambir berlokasi sekitar 48 km barat laut Kota Jember. Perkebunan ini merupakan perkebunan peninggalan penjajah Belanda yang berada di ketinggian 900 meter di atas permukaan laut. Daerah ini masuk ke dalam kawasan lereng Argopuro yang sangat ideal untuk membuat teh bir (beer tea) yang di ekspor ke Eropa.
Perkebunan Teh Gunung Gambir
Sampai saat ini, Perkebunan Teh Gunung Gambir mampu memproduksi delapan varian teh yang berbeda. Teh itu dipetik dari tanaman teh yang mulai ditanam sejak tahun 1918, 1923, dan 1927. Jika ada yang berkunjung ke area perkebunan ini, proses pembuatan teh dari awal pemetikan, pengeringan, pengepakan, sampai pencicipan dapat diketahui secara terbuka.

6.Gereja Katedral, Jakarta

Gereja Katedral atau yang memiliki nama resmi Santa Maria Pelindung Diangkat ke Surga, merupakan sebuah gereja tua katolik yang diresmikan pemerintah Belanda tahun 1901. Gaya arsitektur megah khas Eropa yang ada di bangunan Gereja Katedral didesain oleh arsitek bernama Marius Hulswit yang merupakan arsitek kenamaan asal Belanda.

Gereja Katedral 

Awalnya gereja yang memiliki arsitektur neo-gotik ini pada bagian menaranya direncanakan berbentuk kubah. Karena faktor geografis Indonesia yang rawan gempa, desain kubah tersebut diubah menjadi menara dari logam. Kini bangunan yang terletak berdekatan dengan Masjid Istiqlal ini masih berdiri kokoh dan menjadi tempat beribadah bagi umat Katolik.

7.Technische Hoogeschool te Bandoeng (Institut Teknologi Bandung)

Institut Teknologi Bandung atau ITB pada mulanya merupakan lembaga pendidikan peninggalan Belanda yang bernama Technische Hoogeschool te Bandoeng. Lembaga ini merupakan perguruan teknik pertama yang didirikan pemerintah Hindia Belanda pada tanggal 3 Juli 1920. Perguruan tinggi ini didirikan Belanda dengan tujuan untuk memenuhi kebutuhan tenaga teknik yang saat itu menjadi sulit akibat pecahnya Perang Dunia I.
Technische Hoogeschool te Bandoeng
 Dalam kurun waktu pasca kemerdekaan, perguruan ini kemudian diresmikan oleh negara sebagai lembaga resmi perguruan tinggi negeri pada tanggal 2 Maret 1959 dan dinamakan Institut Teknologi Bandung (ITB). Saat ini ITB menjadi salah satu tujuan favorit anak-anak negeri dalam mengeyam bangku perkuliahan, terutama mereka yang ingin mendalami ilmu teknik. Tercatat Presiden Soekarno adalah salah satu lulusan ITB yang saat itu masih bernama Technische Hoogeschool te Bandoeng.


Itulah 7 peninggalan Belanda yang saat ini masih dimanfaatkan Bangsa Indonesia. Meski bersetatus peninggalan Belanda, tiap bangunan tersebut sesungguhnya adalah hasil jerih payah Bangsa Indonesia. Para pendahulu kita telah bekerja sampai memeras keringat dan kehilangan nyawa untuk membangunnya supaya dirasakan hasilnya bagi generasi penerus selanjutnya. Patutlah kita sekarang membanggakan jerih payah perjuangan-perjuangan tersebut.

Benda Bersejarah Milik Indonesia ini Kini Berada di BELANDA!

Benda Bersejarah Milik Indonesia ini Kini Berada di BELANDA!

Selama ini mungkin kita meyakini fakta jika penjajahan Belanda hanyalah tentang eksploitasi manusia dan sumber alam Indonesia saja. Romusha, tanam paksa adalah beberapa contohnya. Namun, jika kita berkaca lebih dalam kepada sejarah, sebenarnya Belanda tak hanya mengambil sesuatu yang seperti itu. Mereka ternyata mengeskploitasi juga warisan nenek moyang.
Ya, tercatat ada banyak benda-benda bersejarah yang eksistensinya penting bagi kita juga turut diangkut ke Belanda. Pemerintah sendiri berulangkali meminta benda-benda bersejarah tersebut dikembalikan. Beberapa berhasil, namun tidak seluruhnya yang jadi milik Indonesia itu dipulangkan.
Sangat disayangkan kalau tidak semua bisa dikembalikan. Pasalnya, anak cucu nanti bakal tidak bisa mengenal sejarah mereka dengan lebih mendalam lagi. Nah, Inilah deretan benda penting milik bangsa Indonesia yang masih terperangkap rapi di deretan museum-museum Belanda.

1. Patung Ken Dedes Pertama

Ken Dedes adalah sosok penting bagi sejarah bangsa ini. Pasalnya, tanpa dirinya, takkan ada raja-raja besar yang memimpin kerajaan-kerajaan yang kemudian dari sinilah lambat laun terbentuklah Indonesia. Lantaran sosoknya yang begitu penting, maka peninggalan Ken Dedes juga sangat tinggi urgensinya untuk ditemukan. Dan pencapaian tersebut berhasil dilakukan pada tahun 1818.
Di tahun tersebut seorang Belanda berhasil menemukan sebuah patung Ken Dedes di Jawa Timur. Namun sayangnya, pemerintah kolonial memboyong patung ini ke negaranya dan kemudian jadi salah satu koleksi kebanggaan salah satu museum di kota Leiden. Upaya untuk memulangkan ini sudah berkali-kali dicoba pemerintah Indonesia. Hingga akhirnya di tahun 1978 Belanda setuju untuk mengembalikan benda penting ini.

2. Belasan Prasasti Penting dan Bersejarah

Keberadaan Prasasti adalah hal yang penting. Dari sanalah kita bisa menelusuri jejak-jejak sejarah dengan lebih detail dan jelas. Banyak potongan kisah sejarah yang memang terkuak lebar hanya dari prasasti yang diterjemahkan. Sebenarnya, di Indonesia ini tersebar sangat banyak prasasti. Jumlahnya lebih dari yang kita ketahui di pelajaran sejarah dulu.
Ya, banyak prasasti penting ternyata diangkuti oleh Belanda ke negerinya. Tercatat, saat ini adalah beberapa buah yang duduk manis menjadi pajangan-pajangan museum di sana. Misalnya Prasati Sangsang dan Wujakana yang ada di Museum Tropen, Prasasti Guntur yang ada di Rotterdam, serta sekitar 6 buah lagi ada di Museum Leiden. Semua prasasti ini penting bagi kita. Sayangnya, pemerintah Belanda terkesan ogah mengembalikan benda-benda bersejarah ini.

3. Keris dan Senjata-Senjata Para Raja

Hanya dari tongkatnya saja kita bisa langsung kagum akan kehebatan Bung Karno, bahkan tak hanya itu memandangi pecinya saja kita akan terbayang sosok kharismatik pembangun negeri. Memang begitulah, hanya lewat benda-benda peninggalan tokoh besar kita bisa langsung membayangkan wujudnya yang hebat. Hal yang sama mungkin juga akan terjadi ketika kita memandang deretan pusaka sangar ini.
Senjata-senjata di atas adalah milik orang-orang besar zaman dulu. Sebutlah Keris Singo Barong yang diduga adalah milik pembesar kerajaan Mataram. Sayangnya, lagi-lagi ini adalah koleksi salah satu museum yang ada di Belanda. Kita yang harusnya jadi pemilik malah hanya bisa melihatnya dari foto-foto semacam ini.

4. Naskah Kuno Keraton Kasunanan Surakarta yang Hilang

Sekitar dua tahun yang lalu, pemerintah kota Solo mengatakan ingin Belanda mengembalikan beberapa peninggalan penting Keraton Kasunanan Surakarta. Salah satunya adalah sebuah naskah kuno penting yang isinya adalah jejak-jejak para leluhur.
Masih belum jelas bagaimana upaya pengembalian tersebut. Namun yang pasti, naskah kuno yang dimaksud memang mendiami salah satu museum yang ada di Belanda. Tak hanya itu, ada satu barang penting Keraton Surakarta yang katanya juga dibawa oleh Belanda. Benda ini adalah sebuah mobil kuno milik sang raja yang dikatakan sebagai mobil pertama yang ada di Indonesia.

5. Patung Ganesha dan Anusapati

Selain patung Ken Dedes yang akhirnya dikembalikan itu, ternyata Belanda juga menyimpan beberapa artefak lain yang tak kalah pentingnya bagi Indonesia. Benda penting tersebut adalah Patung Ganesha dan juga Anusapati. Kedua benda ini diambil di tempat yang berbeda. Patung Ganesha diambil di dekat Candi Singasari, sedangkan patung Anusapati di Candi Kidal. Meskipun berbeda lokasi, keduanya masih berada di Malang.
Kedua benda ini bisa kita lihat di sebuah museum
yang ada di kota Leiden, Belanda. Sebisa mungkin kedua benda bersejarah ini juga bisa diambil lagi seperti patung Ken Dedes. Selama ini masih belum ada usaha yang kelihatan dari pemerintah kita untuk mengambilnya kembali. Tapi, meskipun dipaksa, sepertinya kecil kemungkinan negara kincir air tersebut mengembalikannya. Pasalnya dua obyek bersejarah ini menjadi salah satu primadona di sana.
Inilah sedikit dari banyak sekali benda-benda bersejarah milik kita yang ada di Belanda. Sebenarnya, tak hanya di Belanda saja, ada banyak pernak-pernik bersejarah Indonesia yang tersebar di beberapa negara Eropa, seperti Jerman. Bahkan tak hanya di sana, Amerika pun ternyata juga menyimpan beberapa benda penting milik Indonesia.

24 November 2018

Zaman Batu dan Pembagian Zaman Batu, The Stone Age

Zaman Batu dan Pembagian Zaman Batu, The Stone Age

Pengertian Zaman Batu.

Zaman Batu adalah masa zaman prasejarah yang luas, ketika manusia menciptakan alat dari batu (karena tak memiliki teknologi yang lebih baik). Kayu, tulang, dan bahan lain juga digunakan, tetapi batu (terutama flint) dibentuk untuk dimanfaatkan sebagai alat memotong dan senjata. Istilah ini berasal sistem tiga zaman.Zaman Batu sekarang dipilah lagi menjadi masa Paleolitikum, Mesolitikum, dan Neolitikum, yang masing-masing dipilah-pilah lagi lebih jauh. Zaman Batu terjadi sebelum logam dikenal dan alat-alat kebudayaan terutama dibuat dari batu di samping kayu dan tulang.

Pembagian Zaman Batu.

1. Palaeolithikum (Zaman Batu Tua).
Pada zaman ini alat-alat terbuat dari batu yang masih kasar dan belum dihaluskan.

 Contoh alat - alat tersebut adalah :
  • Kapak Genggam, banyak ditemukan di daerah Pacitan. Alat ini biasanya disebut “Chopper” (alat penetak/pemotong).
  • Alat-alat dari tulang binatang atau tanduk rusa yaitu alat penusuk (belati), ujung tombak bergerigi.
  • Flakes, yaitu alat-alat kecil yang terbuat dari batu Chalcedon,yang dapat digunakan untuk mengupas makanan.
  • Alat-alat dari tulang dan Flakes, termasuk hasil kebudayaan Ngandong. Kegunaan alat-alat ini pada umumnya untuk berburu, menangkap ikan, mengumpulkan ubi dan buah-buahan.
  • Berdasarkan daerah penemuannya maka alat-alat kebudayaan Paleolithikum tersebut dapat dikelompokan menjadi Kebudayaan Pacitan dan Ngandong.
  • Manusia pendukung kebudayaan ini adalah :
  • Pacitan : Pithecanthropus dan
  • Ngandong : Homo Wajakensis dan Homo soloensis.
2. Mesolithikum (Zaman Batu Tengah).

Pada Zaman batu tengah (mesolitikum), alat-alat batu zaman ini sebagian sudah dihaluskan terutama bagian yang dipergunakan. Tembikar juga sudah dikenal.Periode ini juga disebut masa berburu dan meramu makanan tingkat lanjut. Pendukung kebudayaan ini adalah homo sapiens (manusia sekarang), yaitu ras Austromelanosoide (mayoritas) dan Mongoloide (minoritas). Disebut demikian sebab alat-alat batu buatan manusia masih dikerjakan secara kasar, tidak diasah atau dipolis. Apabila dilihat dari sudut mata pencariannya periode ini disebut masa berburu dan meramu makanan tingkat sederhana. Pendukung kebudayaan ini adalah Homo Erectus.

Ciri zaman Mesolithikum :
  • Pola kehidupan meliputi meramu tumbuh-tumbuhan, menangkap ikan & berburu binatang. Pola hidup seperti ini disebut food gathering.
  • Peralatan masih terbuat dari batu atau tulang yang masih kasar.
  • Jenis alat yg dihasilkan dan digunakan adalah kapak genggam, kapak perimbas dan alat serpih
  • Bertempat tinggal secara nomaden (berpindah)
  • Belum mengenal arti seni
  • Peninggalan Zaman batu tua (palaeolitikum), ditemukan didaerah
  • Pacitan (berupa kapak genggam / chopper) dan dsebut dengan Kebudayaan Pacitan.
  • Alat-alat pada zaman ini hampir sama dengan zaman Palaeolithikum.
  • Ditemukannya bukit-bukit kerang dipinggir pantai yang disebut “kjoken modinger” (sampah dapur) Kjoken =dapur, moding = sampah).
  • Alat-alat zaman Mesolithikum :
  • Kapak genggam (peble)
  • Kapak pendek (hache Courte)
  • Pipisan (batu-batu penggiling)
  • Kapak-kapak tersebut terbuat dari batu kali yang dibelah
  • Alat-alat di atas banyak ditemukan di daerah Sumatera, Jawa, Kalimantan, Sulawesi dan Flores
  • Alat-alat Kebudayaan Mesolithikum yang ditemukan di gua-gua yang
  • disebut “Abris Sous Roche” Adapun alat-alat tersebut adalah :
  • Flaces (alat serpih) , yaitu alat-alat kecil yang terbuat dari batu dan berguna untuk mengupas makanan.
  • Ujung mata panah,
  • Batu penggilingan (pipisan),
  • Kapak,
  • Alat-alat dari tulang dan tanduk rusa,
Tiga bagian penting Kebudayaan Mesolithikum,yaitu :
  • Peble-Culture (alat kebudayaan Kapak genggam) didapatkan di Kjokken Modinger
  • Bone-Culture (alat kebudayaan dari Tulang)
  • Flakes Culture (kebudayaan alat serpih) didapatkan di Abris sous Roche
     Manusia Pendukung Kebudayaan Mesolithikum adalah bangsa Papua – Melanosoid. Ngandong (Blora) berupa alat2 yg terbuat dari tanduk & tulang. Alat tsb dikenal dengan Kebudayaan Ngandong.

3. Neolithikum (Zaman Batu Muda).

Alat-alat batu buatan manusia Zaman batu baru (Neolithicum) sudah diasah atau dipolis sehingga halus dan indah.Di samping tembikar tenun dan batik juga sudah dikenal.Periode ini disebut masa bercocok tanam. Pendukung kebudayaan ini adalah homo sapiens dengan ras Mongoloide (mayoritas) dan ras Austromelanosoide (minoritas). Pada zaman ini alat-alat terbuat dari batu yang sudah dihaluskan.

Contoh alat tersebut :
  • Kapak Persegi, misalnya Beliung, Pacul dan Torah untuk mengerjakan kayu. Ditemukan di Sumatera, Jawa, bali, Nusatenggara, Maluku, Sulawesi dan Kalimantan
  • Kapak Bahu, sama seperti kapak persegi ,hanya di bagian yang diikatkan pada tangkainya diberi leher. Hanya di temukan di Minahasa
  • Kapak Lonjong, banyak ditemukan di Irian, Seram, Gorong, Tanimbar, Leti, Minahasa dan Serawak
  • Perhiasan ( gelang dan kalung dari batu indah), ditemukan di jawa
  • Pakaian (dari kulit kayu)
  • Tembikar (periuk belanga), ditemukan di daerah Sumatera, Jawa, Melolo(Sumba)
  • Manusia pendukung Kebudayaan Neolithikum adalah bangsa Austronesia (Austria) dan Austro-Asia (Khmer –Indochina).
4. Megalithikum (Zaman Batu Besar ).

Benda hasil kebudayaan Zaman batu besar adalah :
  • Menhir tugu yg terbuat dari batu besar untuk memuja arwah nenek moyang.
  • Ditemukan di Sumatera, Sulawesi Tengah & Kalimantan
  • Dolmen Meja batu untuk meletakan sesaji yang akan dipersembahkan kepada leluhur.
  • Ditemukan di Sumatera Barat & Sumbawa
  • Kubur batu Tempat menyimpan mayat / peti jenazah yg terdiri dari lempengan batu pipih.
  • Ditemukan di Kuningan (Jawa Barat)
  • Waruga Kubur batu / peti jenazah yg berbentuk kubus.
  • Ditemukan di Sulawesi Tengah & Utara
  • Sarkofagus Kubur batu / peti jenazah yg berbentuk lesung dan terbuat dari batu utuh (tunggal)
  • Ditemukan di BALI & Jawa Timur
  • Arca Patung yg mengambarkan manusia atau binatang
  • Arca Zaman megalitikum ditemukan di Lamung, Jawa Tengah & Jawa Timur
  • Punden Berundak Batuan yg disusun berundak-undak merupakan bangunan suci tempat memuja roh nenek moyang
  • Ditemukan di Lebak Sibedug (Banten).

Zaman Logam dan Hasil Peninggalan Zaman Logam beserta Gambarnya, The Metal Era

Zaman Logam dan Hasil Peninggalan Zaman Logam beserta Gambarnya, The Metal Era

Pengertian Zaman Logam.

Zaman logam adalah zaman dimana manusia sudah mengenal teknologi pertukangan secara sederhana. Pada masa ini manusia mulai mengenal logam perunggu dan besi. Pengolahan logam memerlukan suatu tempat dan keahlian khusus. Tempat untuk mengolah logam dikenal dengan nama perundagian dan orang yang ahli mengerjakan pertukangan logam disebut undagi. Maka zaman logam disebut juga zaman perundagian

   Pada zaman ini, manusia tidak hanya menggunakan bahan-bahan dari batu untuk membuat alat-alat kehidupannya, tetapi juga mempergunakan bahan dari logam, yaitu perunggu dan besi untuk membuat alat-alat yang diperlukan. Di Indonesia logam yang digunakan adalah perunggu dan besi. Maka muncul daerah-daerah produsen barang, yang kemudian ditukarkan dengan barang kebutuhan lain, sehingga terjadilah barter. Kebutuhan barang makin meningkat memunculkan daerah konsumen, sehingga terjadilah perdagangan antar daerah. Kebudayaan zaman logam terus berkembang hingga munculnya kerajaan-kerajaan di Indonesia.

     Kebudayaan logam yang dikenal di Indonesia berasal dari Dongson, nama kota kuno di Tonkin yang menjadi pusat kebudayaan perunggu di Asia Tenggara. Karena itu, kebudayaan perunggu di Indonesia disebut juga dengan Kebudayaan Dongson (Vietnam). Munculnya kepandaian mempergunakan bahan logam, tentu diikuti dengan kemahiran teknologi yang disebut perundagian. Logam tidak dapat dipukul-pukul atau dipecah seperti batu untuk mendapatkan alat yang dikehendaki, tetapi harus dilebur terlebih dahulu baru kemudian dicetak.

      Perlu ditegaskan bahwa dengan dimulainya zaman logam bukan berarti berakhirnya zaman batu, karena pada zaman logampun alat-alat dari batu terus berkembang bahkan sampai sekarang. Sesungguhnya nama zaman logam hanyalah untuk menyatakan bahwa pada zaman tersebut alat-alat dari logam telah dikenal dan dipergunakan secara dominan. Zaman logam disebut juga dengan zaman perundagian.

Cara pembuatan alat-alat perunggu pada zaman prasejarah dapat dikategorikan menjadi dua cara sebagai berikut :
  • A cire perdue atau cetakan lilin, caranya yaitu membuat bentuk benda yang dikehendaki dengan lilin. Setelah membuat model dari lilin, maka ditutup dengan menggunakan tanah, dan dibuat lubang dari atas dan bawah. Setelah itu, dibakar sehingga lilin yang terbungkus dengan tanah akan mencair, dan keluar melalui lubang bagian bawah. Lubang bagian atas dimasukkan cairan perunggu, dan apabila sudah dingin, cetakan tersebut dipecah sehingga keluarlah benda yang dikehendaki.
  • Bivalve atau setangkup, caranya yaitu menggunakan cetakan yang ditungkupkan dan dapat dibuka, sehingga setelah dingin cetakan tersebut dapat dibuka, maka keluarlah benda yang dikehendaki, cetakan tersebut biasanya terbuat dari batu atau kayu.
Hasil Kebudayaan Zaman Logam di Indonesia.
  • Nekara.

Nekara dapat juga disebut Genderang Nobat atau Genderang Ketel karena bentuknya semacam berumbung. Terbuat dari perunggu yang berpinggang di bagian tengahnya, dan sisi atasnya tertutup. Bagi masyarakat prasejarah, nekara dianggap sesuatu yang suci. Di daerah asalnya, Dongson, pemilikan nekara merupakan simbol status, sehingga apabila pemiliknya meninggal, dibuatlah nekara tiruan yang kecil yang dipakai sebagai bekal kubur.


  Di Indonesia nekara hanya dipergunakan waktu upacara-upacara saja, antara lain ditabuh untuk memanggil roh nenek moyang, dipakai sebagai genderang perang, dan dipakai sebagai alat memanggil hujan. Daerah penemuan nekara di Indonesia antara lain, Pulau Sumatra, Pulau Jawa, Pulau Roti, dan Pulau Kei serta Pulau Selayar, Pulau Bali, Pulau Sumbawa, Pulau Sangean.
Nekara-nekara yang ditemukan di Indonesia, biasanya beraneka ragam sehingga melalui hiasan-hiasan tersebut dapat diketahui gambaran kehidupan dan kebudayaan yang ada pada masyarakat prasejarah. Nekara yang ditemukan di Indonesia ukurannya besar-besar. Contoh nekara yang ditemukan di Desa Intaran daerah Pejeng Bali, memiliki ketinggian 1,86 meter dengan garis tengahnya 1,60 meter. Nekara tersebut dianggap suci sehingga ditempatkan di Pure Penataran Sasih. Dalam bahasa Bali sasih artinya bulan, maka nekara tersebut dinamakan nekara Bulan Pejeng.


  • Kapak Corong.

Kapak corong disebut juga kapak sepatu karena seolah-olah kapak disamakan dengan sepatu dan tangkai kayunya disamakan dengan kaki. Bentuk bagian tajamnya kapak corong tidak jauh berbeda dengan kapak batu, hanya bagian tangkainya yang berbentuk corong. Corong tersebut dipakai untuk tempat tangkai kayu.
Bentuk kapak corong sangat beragam jenisnya. Salah satunya ada yang panjang satu sisinya yang disebut dengan candrosa, bentuknya sangat indah dan dilengkapi dengan hiasan.



  • Arca Perunggu.
Arca perunggu yang berkembang pada zaman logam memiliki bentuk bervariasi, ada yang berbentuk manusia, ada juga yang berbentuk binatang. Pada umumnya, arca perunggu bentuknya kecil-kecil dan dilengkapi cincin pada bagian atasnya. Adapun fungsi dari cincin tersebut sebagai alat untuk menggantungkan arca itu sehingga tidak mustahil arca perunggu yang kecil dipergunakan sebagai bandul kalung. Daerah penemuan arca perunggu di Indonesia adalah Palembang Sumsel, Limbangan Bogor, dan Bangkinang Riau.
  •  Bejana Perunggu.
Bejana perunggu ditemukan di tepi Danau Kerinci Sumatra dan Madura, bentuknya seperti periuk tetapi langsing dan gepeng. Kedua bejana yang ditemukan mempunyai hiasan yang serupa dan sangat indah berupa gambar-gambar geometri dan pilin-pilin yang mirip huruf J.









  • Perhiasan Perunggu.
Perhiasan dari perunggu yang ditemukan sangat beragam bentuknya, yaitu seperti kalung, gelang tangan dan kaki, bandul kalung dan cincin. Di antara bentuk perhiasan tersebut terdapat cincin yang ukurannya kecil sekali, bahkan lebih kecil dari lingkaran jari anak-anak. Untuk itu, para ahli menduga fungsinya sebagai alat tukar. Perhiasan perunggu ditemukan di Malang, Bali, dan Bogor.




  • Manik-Manik.
Manik-manik yang berasal dari zaman perunggu ditemukan dalam jumlah yang besar sebagai bekal kubur sehingga memberikan corak istimewa pada zaman perunggu.

10 Jenis – Jenis Manusia Purba di Indonesia

10 Jenis – Jenis Manusia Purba di Indonesia

Anda tentunya sudah sering mendengar tentang sejarah manusia purba namun tahukah Anda apakah itu manusia purba ? Manusia purba atau yang sering disebut dengan manusia prasejarah adalah manusia yang hidup sebelum tulisan ditemukan. Mereka hidup berpindah – pindah dari satu tempat ke tempat lain (nomaden), kehidupannya masih sangat sederhana dan masih sangat tergantung pada alam. Tentunya, kehidupan manusia purba tidaklah sama dengan kehuidupan manusia pada zaman sekarang.
Guna mengetahui keberadaan manusia purba lebih jauh, sudah sejak dahulu dilakukan penelitian manusia purba. Di Indonesia pun, penelitian tentang manusia purba sudah lama dilakukan, sudah sejak abad ke 18 M yang dirintis oleh Eugene Dubois, seorang dokter Belanda.
Penelitian dilakukan untuk mengetahui jenis – jenis manusia purba yang ada di Indonesia yang dapat dibuktikan dengan penemuan fosil-fosil yang banyak ditemukan di Solo, Pacitan, Ngandong, Mojokerto, dan Sangiran.
Setelah melakukan banyak penilitian terkait manusia purba yang berada di Indonesia, para ahli mengelompokkan manusia purba di Indonesia menjadi tiga jenis berdasar ada hasil penemuan fosil manusia purba. Adapun tiga jenis manusia purba yang berada di Indonesia antara lain adalah :
  1. Meganthropus ( Manusia Besar).
  2. Pithecanthropus (Manusia Kera yang Berjalan Tegak).
  3. Homo
Secara keseluruhan, ada sepuluh jenis manusia purba yang berada di Indonesia, yaitu :
  1. Meganthropus Paleojavanicus
  2. Pithecanthropus Erectus
  3. Pithecanthropus Soloensis
  4. Pithecanthropus Mojokertensis
  5. Homo Soloensis
  6. Homo Erectus
  7. Homo Floresiensis
  8. Homo Habilis
  9. Homo Wajakensis
  10. Homo Sapiens
Berikut inilah penjelasan jenis-jenis manusia purba yang fosilnya yang sudah ditemukan di Indonesia.

1. Meganthropus Paleojavanicus

Kata Meganthropus berasal dari dua kata yakni megas yang artinya besar dan anthropus yang artinya manusia. Sedangkan, kata Paleojavanicus berasal dari kata paleo yang artinya tua dan javanicus yang artinya Jawa. Jadi, Meganthropus Paleojavanicus berarti manusia raksasa tertua dari Jawa dan diperkirakan sebagai manusia purba tertua di Indonesia dan juga disebut sebagai salah satu fosil manusia purba yang paling primitif.
Meganthropus Paleojavanicus ditemukan oleh Van Koenigswald, seorang peneliti Belanda pada tahun 1936 M di daerah Sangiran, Jawa Tengah dan diperkirakan berusia 1-2 juta tahun saat masa penelitian. Penemuan fosil meganthropus tidaklah ditemukan lengkap melainkan hanya berupa beberapa bagian tengkorak, rahang bawah, serta beberapa gigi yang telah lepas. Jenis fosil ini diperkirakan hidup dengan cara mengumpulkan bahan makanan terutama tumbuh-tumbuhan.
Ciri – ciri Meganthropus Paleojavanicus :
  • Makanannya berupa jenis tumbuh – tumbuhan.
  • Tidak memiliki dagu sehingga lebih mirip kera.
  • Memiliki tonjolan yang tajam di belakang kepala.
  • Memiliki tulang pipi yang tebal dengan tonjolan kening yang mencolok.
  • Memiliki otot kunyah, gigi, dan rahang yang besar dan kuat.
  • Memiliki postur tubuh yang tegap.
2. Pithecanthrophus

Pithecantrophus merupakan jenis fosil manusia purba yang paling banyak ditemukan di Indonesia. Di Indonesia, ada tiga jenis Pithecanthrophus yang sudah ditemukan antara lain Pithecanthrophus Erectus, Pithecanthrophus Mojokertensis, dan Pithecanthropus Soloensis. Berikut rincian dari ketiga jenis fosil Pithecantrophus.
  • Pithecanthrophus Erectus
Penemu fosil Pithecanthrophus Erectus adalah seorang dokter Belanda bernama Eugene Dubois. Awalnya ia mengadakan penelitian di Sumatera Barat tetapi tidak menemukan apa-apa, lalu pindah ke pulau Jawa. Ia pun berhasil menemukan fosil Pithecanthrophus Erectus di desa Trinil, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur pada tahun 1891. Pithecantrophus Erectus sendiri berarti manusia kera yang berjalan tegak. Fosil yang ditemukan adalah berupa tulang rahang atas, tulang kaki, dan tengkorak. Fosil Pithecanthrophus Erectus sendiri ditemukan pada masa kala Pleistosen tengah.
Berdasarkan hasil penelitian,  Pithecanthrophus Erectus hidup dengan berburu kemudian mengumpulkan makanan serta hidup secara nomaden yang artinya selalu berpindah – pindah tempat untuk mencari sumber bahan makanan dari satu tempat ke tempat lain atau untuk melakukan pemburuan hewan – hewan. Adapun ciri – ciri dari Pithecanthropus Erectus adalah :
  1. Volume otaknya diantara 750 – 1350 cc.
  2. Tinggi badan sekitar 165 – 180 cm.
  3. Postur tubuh yang tegap tetapi tidak setegap meganthropus.
  4. Memiliki gigi geraham yang besar dengan rahang yang sangat kuat.
  5. Memiliki hidung yang tebal.
  6. Memiliki tonjolan kening yang tebal dan melintang di dahi dari sisi ke sisi.
  7. Wajah menonjol ke depan serta dahinya miring ke belakang.
  8. Pada bagian belakang kepala terlihat menonjol yang mirip dengan wanita berkonde.
  9. Memiliki alat pengunyah dan alat tengkuk yang sangat kuat.
  • Pithecanthrophus Mojokertensis
Pithecanthrophus Mojokertensis disebut juga sebagai Pithecantrophus Robustus. Von Koenigswald berhasil menemukan fosil yang hanya berupa tulang tengkorak anak – anak yang dinamakan Pithecanthrophus Mojokertensis di Jetis dekat Mojokerto, Jawa Timur. Selanjutnya, pada tahun 1936, Weidenrich menemukan fosil tengkorak anak yang dinamakan Pithecantropus Robustus di Lembah Sungai Brantas, Desa Jetis, Mojokerto.
Sedangkan, Pithecanthrophus Soloensis ditemukan di Ngandong, Lembah Bengawan Solo oleh Von Koenigswald, Ter Harr dan Oppernoorth. Lebih jelasnya, fosil ini ditemukan di dua tempat yang berbeda oleh Von Koenigswald dan Oppernoorth di daerah Ngandong dan Sangiran sekitar tahun 1931 – 1933. Adapun fosil yang ditemukan adalah berupa tengkorang dan juga tulang kering.
Fosil Pithecanthrophus yang ditemukan di Indonesia memiliki umur yang bervariasi yakni diantara 30.000 sampai 1 juta tahun yang lalu, hal itu didasarkan pada hasil pengukuran umur lapisan tanah.
Di dalam kehidupan sehari – hari, Pithecanthrophus menggunakan peralatan yang terbuat dari batu atau kayu yang didapatkannya. Berdasarkan hasil penelitian, tidak ditemukan tanda – tanda bahwa makanan yang dimakan oleh Pithecanthrophus tersebut sudah diolah ataupun dimasak terlebih dahulu sebelum dimakan meskipun pada saat itu mereka sudah menggunakan peralatan dari kayu dan batu serta memakan apa saja yang terdapat di alam baik berupa tumbuh – tumbuhan dan hewan.
Adapun contoh peralatan yang terbuat dari batu yang pernah digunakan oleh Pithecanthrophus antara lain adalah kapak genggam, kapak penetak, pahat, genggam, kapak perimbas, dan alat – alat serpih. Dimana peralatan tersebut banyak ditemukan di sekitaran daerah Pacitan, Jawa Timur.
Adapun ciri-ciri dari Pithecantrophus secara umum antara lain :
  • Memiliki volume otak yang berkisar antara 750 – 1350 cc.
  • Memiliki tinggi badan sekitar 165 – 180 cm.
  • Badannya tegap tetapi tidak setegap Meganthrophus.
  • Memiliki tonjolan kening tebal dan melintang sepanjang pelipis.
  • Memiliki hidung yang lebar dan tidak berdagu.
  • Memiliki rahang yang kuat dan gigi geraham yang besar.
  • Makanannya berupa daging hewan buruan dan tumbuh – tumbuhan.

3. Homo

Jenis fosil Homo merupakan jenis fosil manusia purba yang termuda dari fosil manusia purba lainnya. Fosil ini diperkirakan berasal dari 15.000 – 40.000 SM. Jenis Homo diperkirakan bukan manusia kera lagi ( Pithecanthrophus ) melainkan sudah tergolong jenis manusia (Homo), hal itu dapat dilihat pada volume otaknya yang menyerupai manusia modern. Di Indxcxonesia, sudah ditemukan tiga jenis manusia purba Homo yakni Homo Soloensis, Homo Wajakensis, dan Homo Floresiensis. Berikut rincian dari ketiga jenis Homo tersebut.
  • Homo Soloensis
Jenis fosil ini ditemukan di daerah Ngandong, Lembah Bengawan Solo tepatnya disekitar sungai Bengawan Solo oleh Von Koeningswald dan Weidenrich antara tahun 1931 – 1934. Fosil yang berhasil ditemukan hanyalah berupa tulang tengkorak. Homo Soloensis diperkirakan sudah hidup diantara rentang tahun 900.000 sampai 300.000 tahun yang lalu.
Kehidupannya pun sudah lebih maju dengan adanya berbagai peralatan untuk bertahan hidup. Sebagian ahli menggolongkan Homo Soloensis dengan Homo Neanderthalensis. Homo Neanderthalensis sendiri merupakan jenis manusia purba Homo Sapiens dari Asia, Eropa dan Afrika yang berasal dari lapisan Pleistosen atas.  Selain itu, menurut Von Koegniswald, Homo Soloensis memiliki tingkatan yang lebih tinggi dibandingkan dengan Pithecanthrophus Erectus.
Adapun ciri – ciri dari Homo Soloensis antara lain :
  1. Volume otak antara 1000-1300 cc.
  2. Memiliki tinggi badan 130 – 210 cm.
  3. Wajahnya tidak menonjol ke depan.
  4. Berjalan tegap dengan dua kaki (bipedal) sehingga cara berjalannya lebih sempurna.
  5. Otot tengkuknya mengalami penyusutan.
Ditemukan pula hasil dari kebudayaan manusia purba Homo Soloensis yaitu kapak genggam atau kapak perimbas, alat – alat serpih, peralatan yang terbuat dari tulang, dan peralatan zaman dahulu lainnya.
  • Homo Wajakensis
Jenis fosil ini ditemukan oleh Eugene Dubois di Wajak, Tulungagung, Jawa Timur pada tahun 1889. Fosil yang berhasil ditemukan hanya berupa tulang tengkorak, rahang bawah dan beberapa ruas tulang leher. Diperkirakan bahwa Homo Wajakensis merupakan nenek moyang dari ras Australoid yang merupakan penduduk asli Australia. Adapun ciri – ciri dari Homo Wajakensis antara lain :
  1. Memiliki hidung yang lebar dan bagian mulut yang menonjol.
  2. Memiliki wajah lebar dan datar.
  3. Tulang tengkorak membulat.
  4. Memiliki tonjolan yang sedikit mencolok di dahi.
  • Homo Floresiensis
Jenis fosil ini ditemukan oleh tim arkeologi gabungan dari Puslitbang Arkeologi Nasional, Indonesia dan University Of New England, Australia pada tahun 2003 saat melakukan penggalian di Liang Bua, Flores. Ketika penggalian sudah mencapai kedalaman lima meter, ditemukan kerangka mirip manusia yang belum menjadi fosil dengan ukuran yang sangat kerdil. Diperkiran hidup diantara 94.000 – 13.000 tahun SM. Adapun ciri – ciri dari Homo Floresiensi antara lain :
  1. Memiliki badan yang tegap.
  2. Berjalan dengan dua kaki (bipedal).
  3. Tinggi badannya kurang dari satu meter.
  4. Volume otaknya sekitar 417 cc.
  5. Tidak mempunyai dagu.
Perkembangan dari Homo Soloensis dan Homo Wajakensis lebih lanjut disebut Homo Sapiens. Homo Sapiens perkembangannya lebih sempurna daripada homo lainnya. Hal itu dapat dilihat dari cara berpikirnya meskipun masih sangat sederhana tetapi setidaknya lebih maju daripada homo lainnya. Oleh karena itulah, disebut sebagai Homo Sapiens yang berarti manusia yang cerdas dan diperkirakan hidup 40.000 tahun yang lalu setelah masa – masa penelitian.
Homo Sapiens memiliki postur tubuh yang sama dengan manusia zaman sekarang tetapi masih hidup secara nomaden yang artinya berpindah dari tempat yang satu ke tempat yang lain.  Jenis homo ini diperkirakan merupakan nenek moyang dari bangsa Indonesia.

13 Peradaban Tertua di Dunia yang Tercatat Dalam Sejarah

13 Peradaban Tertua di Dunia yang Tercatat Dalam Sejarah

Tata cara pengelolaan hidup serta lingkungan merupakan perkembangan yang berasal dari peradaban kuno. Pengaruh dari peradaban pun dapat kalian rasakan hingga sekarang. Bahkan peradaban kuno sangat banyak bahkan seringkali diadopsi dalam perkembangan budaya di suatu negara hingga sekarang. Berikut beberapa peradaban tua di Indonesia.

1. Inca
Inca adalah Peradaban Tertua di Dunia terbesar di daerah Amerika Selatan pada saat era pra-Columbus. Wilayahnya meliputi daerah yang sekarang ini berada di negara Ekuador, Peru, dan Chile. Pusat militer dan politik berada di daerah Cusco (sekarang  dalam wilayah negara Peru). Masyarakat Inca cukup kaya dan kekaisarannya berkembang sangat pesat sejak didirikan pertama kali. Suku Inca adalah penganut agama penyembah Dewa Matahari.
Kaisar Inca pertama yaitu Pachacuti, telah berhasil mengubah desa yang dulunya sederhana menjadi kota besar yang ditata baik dalam bentuk puma. Dia memperluas tradisi pemujaan untuk leluhur. Hal ini membuat peradaban Inca mengalami perkembangan yang sangat pesat. Inca mendirikan sebuah pembangunan besar-besaran dan meneruskan mendirikan pembangun sebuah benteng untuk pertahanan diri.
2. Aztec

Suku Aztec muncul secara berbarengan dan menjadi pesaing utama bagi peradaban Inca. Pada tahun 1200M-1300 M, penduduk masyarakat Meksiko menetap di 3 kota yang saling bersaing yaitu daerah Tenochtitlan, Texcoco, dan Tlacopan. Pada sekitar tahun 1325, kota ini menciptakan kerja sama aliansi dengan mendirikan sebuah negara baru yang berada di Lembah Meksiko.
Sebenarnya pada jaman itu, masyarakat daerah itu lebih menyukai nama Meksiko, tetapi penguasa daerah itu mengubahnya menjadi nama Aztec. Pada tahun 1500-an awal, peradaban Aztec berada pada masa keemasan.

3. Rowawi
Masyarakat peradaban Romawi berada pada jaman sekitar abad ke-6 SM. Terdapat sebuah legenda dan mitos yang menyebutkan lahirnya bangsa Romawi kuno. Dalam sejarahnya, Romawi mempunyai beberapa kaisar besar dan terkenal dalam peradaban manusia, seperti Julius Cesar, Trajan, dan Agustus.
Pada akhirnya Kekaisaran Romawi berkembang menjadi begitu luas dan tidak mungkin untuk membikin sebuah kekuasaan berada dalam satu pemerintahan. Kekaisaran Romawi akhirnya mengalami kejatuhan akibat diserang oleh jutaan orang barbar dari utara dan timur Eropa.
4. Persia
Pada suatu masa ketika peradaban Persia kuno menjadi kerajaan yang paling ditakuti di dunia dan Peradaban Tertua di Dunia. Meskipun hanya berkuasa selama kurang lebih 200 tahun, Persia banyak menaklukkan daerah hingga seluas 2 juta mil persegi. Mulai dari wilayah daerah Mesir ke daerah Yunani, kemudian ke daerah India bahkan hampir seluruh wilayah Asia Tengah. Kekaisaran Persia dikenal di dunia karena kekuatan militernya dan mempunyai penguasa
yang bijaksana seperti Raja Cyrus II.Ini terjadi pada tahun 550 SM. Wilayah-wilayah itu dibagi dalam beberapa faksi diantara sejumlah pemimpin. Pada akhir 533 SM, Raja Cyrus II sudah menyerang daerah India, jauh di timur. Bahkan garis keturunannya terus berekspansi untuk menyerang wilayah lain dengan kejam dan bahkan berduel dalam pertempuran legendaris yaitu pertempuran Spartan. Kejayaan Persia kuno ini ditaklukkan oleh seorang prajurit legendaris dari Makedonia yaitu Alexander Agung, menaklukkan kekaisaran Persia, sehingga peradaban besar Persia ini berakhir pada 530 SM.

5. Yunani


Yunani bukanglah peradaban paling tertua di dunia, tetapi merupakan salah satu Peradaban Tertua di Dunia yang pernah kita liat. Meskipun peradaban Yunani kuno berasal dari daerah Cycladic dan peradaban Minoan (2700 SM –1500 SM), ada bukti dari peradaban minoandikuburan yang ditemukan di Gua Franchthi di Argolid, Yunani pada tanggal sekitar 7250 SM.Sejarah peradaban yang sangat panjang  sehingga para sejarahwan menggolongkannya menjadi dua periode yaitu periode klasik dan Helenistik Archaic.Periode peradaban Yunani kuno telah banyak menarik banyak perhatian dunia. Hal ini disebabkan karena peradaban Yunani telah banyak mempengaruhi aturan di dunia ini. Sampai hari ini masih banyak orang di dunia membicarakan peradaban Yunani. Orang-orang Yunani menciptakan gagasan Olimpiade kuno, konsep demokrasi dan senat. Mereka menciptakan dasar untuk pengetahuan modern geometri, biologi, fisika dan yang lainnya. Bahkan banyak sekali tokoh terkenal yang berasal dari Yunani yang banyak mempengaruhi dunia.

6. Cina


Kekaisaran Cina Kuno dikenal sebagai kekaisaran Han Cina memiliki sejarah dan budaya yang paling beragam diantara dinasti Cina yang pernah ada. Peradaban sungai Kuning dikatakan terpenting oleh para sejarahwan. Bagi seluruh peradaban Cina karena ini merupakan awal didirikannya dinasti awal.Saat itu sekitar 2700 SM bahwa Kaisar Kuning yang legendaris mulai melaksanan pemerintahannya, awal yang kemudian menyebabkan lahirnya banyak dinasti yang berlangsung untuk memerintah Cina daratan. Pada 2070 SM, Dinasti Xia menjadi kekaisaran yang pertama kali memerintah seluruh Cina seperti yang ditulis dalam kronik sejarah kuno.
7. Maya

Peradaban Maya kuno hidup di daerah Amerika Tengah dari sekitar 2600 SM dan Mereka telah banyak diperbincangkan oleh masyarakat dunia karena kalender yang mereka buat. Setelah peradaban Maya didirikan, Maya merupakan perabadan yang memiliki budaya yang paling canggih, dengan populasi yang hidup di peradaban Maya sebesar sekitar 19 juta pada masa puncaknya.Pada 700 SM, bangsa Maya sudah merancang sendiri sebuah penulisan yang mereka pergunakan untuk membikin sebuah kalender surya buatan mereka sendiri yang diukir di batu.

8.Mesir
Mesir kuno adalah salah satu peradaban yang tertua dan budaya terkaya  peradaban dalam daftar ini. Mesir kuno terkenal karena budaya yang mereka miliki amat luar biasa contohnya piramida dan sphinx menjadi bukti kemajuan mereka. Peradaban Mesir mulai bersatu sekitar 3150 SM, dengan sebuah tindakan penyatuan politik Hulu dan Hilir Mesir dilakukan Firaun pertama.Mesir kuno memberikan sebuah sumbangsih besar terhadap dunia berupa piramida yang megah itu, mayat mumi untuk menyawetkan jenazah Firaun kuno sampai hari ini, kalender matahari pertama , Hieroglyphics dan banyak lagiyang semuanya itu dibuat peninggalan Mesir kuno. Mesir kuno mencapai puncaknya keemasan pada zaman Kerajaan Baru, di mana Firaun seperti Ramsee Agung. Peradaban Sungai Nil juga terdapat pada peradaban mesir.

9. Sungai Indus
Peradaban Tertua di Dunia selanjutnya yaitu lembah Indus hidup dan berkembang di wilayah lembah Indus. Peradaban sungai Indus berkembang di wilayah yang meliputi wilayah di timur laut seperti daerah Afghanistan ke Pakistan dan India barat laut. Peradaban ini berjalan beriringan dengan Mesir Kuno dan Mesopotamia. Peradaban Lembah Sungai Indus memiliki luas wialyah terluas dibanding ketiga peradaban Mesir Kuno dan Mesopotmia.Luas peradaban ini 1,25 juta km2. Populasinya menetap dan hidup di sekitaran cekungan sungai Indus, salah satu sungai besar di Asia, dan sungai lain bernama Ghaggar-Hakra yang melalui timur laut India dan Pakistan timur. Di dalam peradaban Sungai Indus terdapat sebuah peradaban Harappa dan Mohenjo Daro. Diberi nama demikian karena situs penggalian di mana sisa-sisa peradaban yang ditemukan terdapat di kedua kota itu.
10. Mesopotamia


Mesopotamia dianggap oleh para sejarahwan merupakan peradaban tertua di muka bumi sejak evolusi manusia. Pandangan  ini didasarkan karena belum adanya bukti bahwa telah ada masyarakat sebelum mereka. Peradaban Mesopotamia kuno berlangsung sekitar 3300 SM – 750 SM. Mesopotamia umumnya dianggap oleh masyarakat dunia sebagai tempat pertama di mana masyarakat beradab benar-benar mulai terbentuk. Sekitar 8000 SM  manusia kuno sudah menemukan konsep pertanian dan konsep yang lainnya yang masih dipakai jaman sekarang. Selain itu juga sudah diciptakan seni oleh peradaban ini. Tapi semua itu adalah bagian dari budaya manusia. Mereka hidup makmur di wilayah yang sekarang disebut Irak modern.

11. Lemuria

Peradaban Lemuria hidup pada jaman disekitar periode 75000 SM – 11000 SM. Jika melihat dari pembahasan diatas. Para sejarahwan berpendapat bahwa Bangsa Atlantis dan Lemuria hidup bersama-sama pada masa itu. Peradaban Lemuria lebih dahulu diketahui oleh masyarakat dunia daripada Atlantis dan Mesir Kuno dapat kita lihat dari penjelasannya dari sebuah karya Augustus Le Plongeon (1826-1908),seorang peneliti dan penulis dan juga 
dapat diperoleh dalam catatan kuno peninggalan Bangsa Maya.
Dari hasil terjemahan catatan kuno Bangsa Maya, dapat kita lihat bahwa peradaban Lemuria lebih maju dibandingkan peradaban nenek moyang mereka yaitu Atlantis. Para sejarahwan berpendapat bahwa lokasi peradaban Lemuria kemungkinan di lokasi daerah Samudera Pasifik (disekitar Indonesia sekarang). Banyak arkeolog berpendapat bahwa pulaau Easter Island merupakan bagian dari peradaban Lemuria. Hal ini dilihat dari ratusan patung batu kolosal yang mengitari pulau Easter Island dan beberapa catatan kuno yang terukir pada beberapa artifak yang mengacu pada bekas-bekas peninggalan peradaban maju pada masa silam.

12. Norte Chico


Peradaban Norte Chico atau peradaban Caral Supe (3200–1800 SM) yang meninggalkan sebuah bukti arkeologis yang ditemukan para sejarawan berupa permukiman di pesisir Peru, termasuk sebuah pusat kota dari peradaban Norte Chico di daerah Aspero dan Caral. Keberadaan sebuah artefak quipu purbakala atau media komunikasi orang-orang Andes di Caral membuktikan bahwa penggunaan benda quipu sudah ada untuk media komunikasi sejak dahulu kala. Piramida batu di Norte Chico kemungkinan sezaman dengan Piramida Agung Giza di Mesir. Di Norte Chico tidak dilihat adanya bukti pembangunan benteng pertahan atau tanda-tanda bekas pertempuran besar, tidak seperti kota-kota lainnya di pegunungan Andes.


13.Atlantis
Cerita Mitos tentang Peradaban Tertua di Dunia maju Atlantis pertama kali diperkenalkan oleh filsuf Plato yang berasal dari Yunani (427 – 347 SM) dalam buku yang dia tulis yaitu Critias dan Timaeus.  Dalam buku Timaeus buatan Plato diceritakan bahwa dihadapan dari selat Mainstay Haigelisi, terdapat sebuah pulau yang sangat besar daratannya hampir seperti daratan benua, dari  pulau itu kalian dapat berpergian ke pulau lainnya, di depan pulau tersebut seluruh daratannya dikelilingi laut samudera, itu adalah letak kerajaan Atlantis.Waktu itu Atlantis mempunyai rencana untuk memulai perang besar dengan Athena, namun secara tiba-tiba Atlantis tiba-tiba mengalami bencana berupa gempa bumi dan banjir, tidak sampai sehari semalam, Atlantis tenggelam ke dalam laut, negara besar yang melampaui peradaban maju jaman sekarang, lenyap dalam semalam.